Suaramu mengusik kalbuku
Kapan kan mampu lupakan dirimu
Wajahmu ganggu mimpiku
Bagaimana caranya musnahkan bayangmu
Bukan salahmu ku seperti ini
Cinta memang tak patut disalahkan
Walau sudah kututup kedua mata
Hati ini tetap melihat dan memilihmu
Suaramu hancurkan damaiku
Tak peduli betapa ingin ku melupakanmu
Wajahmu hantui duniaku
Redupkan semua kebahagiaan
Aku yang bodoh telah jatuh cinta
Kau telah rebut kunci pintu hatiku
Walau kini telah ku tutup rapat
Tapi kau miliki kuncinya
Kapanpun,
Kau bisa membukanya
Kapanpun,
Kau bisa memasukinya
Hingga hari itu tiba
Ku kan setia menunggu
Semoga kan tak terlambat
Bagiku dan bagimu